Instrumen Penilaian Formatif Sumber
RAMADAN bagi umat Islam disebutkan sebagai bulan refleksi (deep thinking) guna mengevaluasi diri tentang apa saja yang sudah atau belum dikerjakan, termasuk pencapaian mereka sepanjang 11 bulan terakhir. Evaluasi diri dilakukan secara jujur, genuine, dan privat yang hasilnya akan menjadi dasar dan referensi utama dalam menyikapi perjalanan hidup ke depan dan menetapkan langkah-langkah yang perlu dilakukan sehingga hasilnya diharapkan akan menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Dalam konteks ibadah, hasil refleksi sangat bersifat pribadi sehingga memang tidak memerlukan pengakuan dan persetujuan pihak lain, hanya yang bersangkutan dan Sang Khalik, pemilik kehidupan ini yang mengetahuinya. Namun, buahnya akan mampu mengubah sikap, pandangan, dan perilaku seseorang sesuai dengan perannya dalam kehidupan dan masyarakat (identity).
Dalam konteks ibadah, hasil refleksi sangat bersifat pribadi sehingga memang tidak memerlukan pengakuan dan persetujuan pihak lain, hanya yang bersangkutan dan Sang Khalik, pemilik kehidupan ini yang mengetahuinya. Namun, buahnya akan mampu mengubah sikap, pandangan, dan perilaku seseorang sesuai dengan perannya dalam kehidupan dan masyarakat (identity).
Dalam dunia pendidikan, refleksi sudah menjadi bagian dari format penilaian, khususnya dalam penilaian formatif, yang digunakan untuk menyertai dan melengkapi berbagai kegiatan pembelajaran dan penilaian, baik itu berupa kelas proyek maupun tugas individual dalam bentuk portofolio. Sebagaimana dipahami, penilaian formatif merupakan bagian yang terintegrasi (inherent) dengan kegiatan pembelajaran yang berfungsi untuk membantu siswa dalam menemukan strategi belajar yang efektif (promoting learning) sehingga dapat menumbuhkan kemandirian mereka dalam belajar (independent learning).
Jadi, fungsi penilaian formatif berbeda dengan penilaian sumatif, yang bertujuan untuk memberikan ponten (assigning grade) yang digunakan sebagai dasar untuk membuat keputusan kenaikan kelas atau kelulusan. Penilaian formatif merupakan kombinasi kegiatan refleksi, evaluasi, dan (penyempurnaan) pembelajaran; karena itu, penilaian formatif yang dilakukan dengan benar akan mampu mengubah sikap, pandangan, dan perilaku siswa dalam belajar, dan secara bersamaan hasil penilaian formatif itu dapat juga digunakan guru untuk memperbaiki kualitas pembelajaran pada tahapan berikutnya
Refleksi
Jadi, fungsi penilaian formatif berbeda dengan penilaian sumatif, yang bertujuan untuk memberikan ponten (assigning grade) yang digunakan sebagai dasar untuk membuat keputusan kenaikan kelas atau kelulusan. Penilaian formatif merupakan kombinasi kegiatan refleksi, evaluasi, dan (penyempurnaan) pembelajaran; karena itu, penilaian formatif yang dilakukan dengan benar akan mampu mengubah sikap, pandangan, dan perilaku siswa dalam belajar, dan secara bersamaan hasil penilaian formatif itu dapat juga digunakan guru untuk memperbaiki kualitas pembelajaran pada tahapan berikutnya
Refleksi
Refleksi merupakan sarana bagi siswa untuk bersikap kritis terhadap apa yang telah mereka pelajari (Hajar & Zahman, 2017). Dengan refleksi, siswa dapat menilai tingkat kemampuan, pemahaman, dan termasuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Hasil refleksi tidak hanya mampu memengaruhi pilihan strategi belajar. Siswa juga akan dapat menilai manfaat dan relevansi dari pembelajaran yang diterima dengan realitas kehidupan keseharian mereka. Bennett et al (2016) menyatakan, "Refleksi adalah bagian penting perkembangan berpikir kritis siswa dalam konteks pengalaman pembelajaran."
Kegiatan refleksi memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan menjadi individu yang mampu belajar dari pengalaman dan berpikir mandiri. Selain itu, melalui refleksi siswa dapat menilai kinerja guru dalam mengajar, memberikan instruksi, dan pengelolaan kelas. Karena itu, hasil refleksi siswa juga bermanfaat bagi guru untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam mengajar. Zimmerman et al (2007) menyatakan guru harus mampu melakukan refleksi dan evaluasi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi mengajar mereka. Lebih dari itu, refleksi tidak hanya digunakan untuk mengevaluasi seberapa baik atau buruk pengalaman belajar di kelas, tetapi juga penting untuk mempertimbangkan apa yang dapat dipelajari dari pengalaman pembelajaran itu.
Komentar
Posting Komentar